Perutusan Pengarah Eksekutif/CEO PPAI

Perutusan Pengarah Eksekutif Sempena Ramadhan

Alhamdulillah wabi hi nastain wassalatu wassalam ala Rasulillah wa'ala alihi wasabi hi ajmain. Sekarang kita berada pada 25 Ramadhan , tinggal beberapa hari lagi kita akan meninggalkan madrasah ramadhan, sudah pasti kita mendambakan status sebagai seorang yang bertaqwa sepertimana firman Allah:

"Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan ke atas kamu puasa sepertimana orang yang sebelum kamu mudah-mudahan kamu bertaqwa". [Al-Baqara:183]

Sebelum masuk bulan rejab lagi kita sudah berdoa agar kita ditemukan dengan bulan ramadhan dengan begitu bersemangat.

"Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.Bantulah kami untuk melaksanakan puasa, melakukan shalat malam, menjaga lisan dan memelihara pandangan; dan jangan jadikan puasa kami hanya sekedar lapar dan dahaga."

Apabila masuk ramadhan kita bercita-cita untuk bertemu malam lailatul qadar dengan bersungguh- sungguh kita berdoa.

"Ya Allah pertemukan kepada kami lailatul qadar dan jadilah kami dikalangan orang yang berjaya."

Untuk menjadi orang yang bertaqwa dan berjaya kita juga telah mempersiapkan diri dengan tiga bekalan sebelum memasuki bulan Ramadhan iaitu:

Pertama: Bekalan ilmu.

Bekalan ini amat utama sekali agar ibadah kita meraih manfaat, berfaedah, dan tidak sia-sia . ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.”

Kedua: Perbanyak taubat.

Semoga di bulan Ramadhan kita menjadi lebih baik. Sikap yang buruk, maksiat dan dosa yang lalu hendaklah kita tinggalkan dan ganti dengan kebaikan di bulan Ramadhan.

Di antara do’a yang kita pohon dari Allah adalah:

"Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala marah maupun tenang dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan"

Ketiga: Banyak memohon kemudahan dari Allah.

Kita telah berdo’a pada Allah agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah baik solat malam, ibadah puasa itu sendiri, banyak berderma, mengkhatamkan atau mengulang hafalan Qur’an dan kebaikan lainnya dengan doa:

"Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran".

Selepas kita keluar dari madrasah ramadhan ini harapan yang paling tinggi ialah kita memperoleh satu sijil, iaitu sijil amalan diterima oleh Allah. Lantas apabila amalan diterima sudah pasti akan berlaku perubahan yang lebih baik daripada sebelum ini. Apakah tanda amalan kita diterima oleh Allah ? Tanda-tandanya adalah seperti berikut:

1- Tidak kembali berbuat dosa setelah melakukan ketaatan.

Karena kembali kepada dosa merupakan tanda kebinasaan dan kerugian. Yahya bin Muadz berkata: ”Barangsiapa yang beristighfar dengan lidahnya sedangkan hatinya bertekad untuk bermaksiat dan azamnya kembali kepada maksiat setelah sebulan perpuasa maka puasanya tertolak darinya dan pintu terima amalan tertutup didepannya”.

 

2-Takut jika amalannya tidak diterima.

Seorang mukmin walaupun bersungguh-sungguh melakukan ketaatan dan mendekatkan diri kepada Allah dengan bermacam taqarrub, namun dia merasa sangat susah hati dan takut amalannya tidak diterima. Aisyah radhiallahu anha berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang ayat ini:

"Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan dari sedekah dengan hati penuh rasa takut" [QS Al-Mukminun: 60].

Apakah mereka yang minum khamr atau mencuri? Beliau berkata: Bukan wahai binti As-Shidiq! Akan tetapi mereka yang berpuasa, sholat dan bersedekah, sedangkan mereka takut tidak diterima dari mereka, merekalah orang yang bersegera dalam kebaikan".

 

3- Diberikan taufik melaksanakan amal shalih sesudahnya.

Sesungguhnya tanda diterimanya ketaatan seorang hamba bahwa dia diberikan taufik untuk ketaatan sesudahnya dan diantara tanda diterimanya kebaikan ialah mengerjakan kebaikan sesudahnya, karena kebaikan tersebut berkata: kebaikan lagi...kebaikan lagi. Dan ini termasuk rahmat Allah Ta’alaa dan karunia-Nya, bahwa Dia memuliakan hamba-Nya jika telah berbuat kebaikan dan mengikhlaskannya kepada Allah maka Allah membukakan untuknya pintu kebaikan lain, supaya lebih dekat kepada-Nya.

Maka amal shalih ibarat pohon yang baik, perlu disiram dan dipelihara, supaya tumbuh dan kuat, memberikan buahnya dan hal terpenting yang kita perlukan adalah selalu menjaga amalan-amalan baik yang telah kita kerjakan dan memeliharanya serta menambahnya sedikit demi sedikit. Inilah makna istiqamah yang sebenarnya.

 

4- Melupakan segala kebaikkan amalannya bahkan sentiasa ingat dosa-dosa yang telah dilakukan.

Rasulullah bersabda:

"Ciri-ciri kebinasaan ada empat: Melupakan dosa-dosa yang telah dilakukan, pada hal semua itu tercatat di sisi Allah, mengingati kebaikkan-kebaikan yang telah dilakukan padahal dia tidak tahu samada ianya diterima atau ditolak, memandang tinggi orang yang lebih dalam bidang duniawi dan memandang rendah orang yang lebih dalam perkara keagamaan, dalam hal ini Allah berfirman:"Aku hendak menolongnya, tetapi dia tidak berkeinginan kepada-Ku, maka Aku batalkan. Sedang tanda-tanda kebahagian juga ada empat: Merenungi dosa-dosa yang telah lalu, melupakan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan , memandang tinggi orang yang lebih kualiti agamanya dan memandang rendah orang yang lebih dalam perkara dunia."

 

5- Mencintai ketaatan dan membenci kemaksiatan.

Termasuk tanda diterimanya amalan, Allah memberikan kecintaan dalam hatimu terhadap ketaatan, sehingga engkau mencintainya, tenang dan tenteram kepadanya.

Allah Ta’alaa berfirman:

"Orang-orang yang beriman hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" [QS Ar-Ra’d: 28].

 Termasuk juga tanda diterimanya amalan adalah membenci maksiat dan mendekatinya serta berdoa kepada Allah supaya menjauhkan darinya.

 

6- Berharap dan banyak berdoa.

Sesungguhnya takut kepada Allah saja tidak cukup, karena harus dengan pasangannya yaitu berharap, karena takut tanpa berharap menyebabkan putus asa dari rahmat Allah.

Berharap diterimanya amalan disertai rasa takut jika amalannya ditolak menjadikan manusia tawadhu dan khusyu kepada Allah Ta’alaa, sehingga bertambah imannya.

 

7- Diberi kemudahan melakukan ketaatan dan menjauhi maksiat.

Subhanallah, jika Allah menerima ketaatan kita, Dia memudahkan kita untuk melakukan amalan lain yang sebelumnya tidak dalam persangkaan kita, bahkan Dia menjauhkan kita dari maksiat meskipun kita dekat dengan maksiat. Allah Ta’alaa berfirman:

"Maka barangsiapa memberikan hartanya dan bertakwa, dan membenarkan pahala yang terbaik, maka kami mudahkan dia kepada jalan menuju kemudahan. Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup, dan mendustakan pahala yang terbaik, maka Kami akan memudahkannya jalan menuju kesukaran"[QS Al-Lail: 5-10].

 

8- Mencintai orang-orang soleh dan membenci pelaku maksiat.

Termasuk tanda diterimanya ketaatan, Allah memberikan hati rasa cinta kepada orang-orang soleh yang melakukan ketaatan dan memberikan hati kebencian kepada orang yang melakukan kerosakan dan kemaksiatan .

أن رسول ال صلى ال عليه وسلم قال: إن أوثق عرى اليمان أن تحب في ال وتبغض في ال

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya ikatan keimanan yang paling kuat adalah engkau mencintai kerana Allah dan membenci karena Allah".

 

9- Banyak beristighfar.

Kalau kita banyak lakukan ibadah dan ketaatan maka hendaklah menutupnya dengan istighfar karena sejauh manapun manusia bersungguh-sungguh menyempurnakan amalannya pasti ada kekurangan dan kelalaian, sebagaimana setelah kita melakukan manasik haji Allah berfirman: 

"Selain dari itu hendaklah kamu bertolak turun dari (Arafah) tempat bertolaknya orang ramai dan beristighfarlah kamu kepada Allah (dengan memohon ampun), sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."

 

10- Konsisten dalam mengerjakan amal soleh.

Amalan yang paling dicintai oleh Allah dan Rasulnya adalah yang paling konsisten meskipun sedikit.

قال الرسول (ص) : أحب العمال الى ال ادومها 

Rasulullah bersabda : "Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten meskipun sedikit."

Berkata Ibn Qayyim Al-Jauziyyah ال رحمه : " Antara tanda-tanda kebahagian dan kejayaan ialah apabila seseorang hamba itu setiap kali meningkat ilmunya maka bertambahlah tawadhu' dan lemah lembutnya. Setiap kali berganda amalannya maka akan meningkat lagilah rasa takut melakukan dosa. Setiap kali bertambah umurnya maka akan berkuranglah rasa prihatinnya terhadap kepentingan dunia . Apabila bertambah hartanya maka pastinya bertambah lagi sifat pemurahnya dan sumbangan hartanya.

Sementara setiapkali meningkatnya kemampuan kedudukan serta statusnya maka akan bertambah lagilah dekatnya dengan orang ramai dan sanggup menunaikan keperluan serta hajat mereka serta sangat mesra lagi merendah diri ".

Mudah-mudahan Allah Ta'laa menerima semua amalan kita terutama puasa, qiyamul lail,tilawah,sadaqah kita dibulan Ramadhan. Marilah kita semua warga Pusat Pendidikan Al-Islah samada kita sebagai lembaga tadbir, kumpulan pengurusan, muallim dan muallimat, staf sokongan, ibubapa dan para pelajar tergolong dikalangan orang-orang yang lebih baik daripada sebelum ini kesan daripada madrasah ramadhan yang kita lalui pada tahun ini. Dengan semangat yang baru sama-sama lah berazam dan berseungguh berusaha kearah menjadikan institusi pendidikan yang mulia ini dapat melahirkan generasi baru iaitu insan soleh wa musleh yang akan menerajui kepimpinan negara pada masa hadapan , negara yang baik dan mendapat keampunan Allah.

Amiin ya Rabal Alamin!

TOP